Sentani (TP), Sebanyak 3097 Siswa dari 54 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Jayapura mengikuti ujian akhir mulai tanggal 22-28 April 2025.
Salah satu sekolah yang menyelenggarakan ujian sekolah adalah SMP YPPK Bonaventura Sentani. 165 siswa dari 6 kelas (9A-9F) ikuti ujian hari pertama.
Menurut Kepada Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Yohanes B.Sua Dula 3097 peserta berasal dari sekolah negeri dan swasta namun tidak termasuk MTs
“Kalau Mts dibawah kementrian agama, yang 3097 itu hanya sekolah negeri dan swasta di kabupaten Jayapura,”kata Jhon Sua Dula melalu sambungan telepon, Selasa 22/04/2025.
Diakui ujian kali ini merupakan tahun terakhir yang diselenggarakan sekolah masing-masing karena tahun depan dilaksanakan ujian secara nasional
“Ini tahun terakhir dilaksanakan di sekolah masing-masing, kita serahkan kepada satuan pendidikan masing-masing, kita hanya menyerahkan jadwal dan juknis sementara untuk persiapan pengawasan dan koreksi serta penilaian diserahkan ke sekolah masing-masing.”ujar John.
John menambahkan tahun ini akan diberlakukan ijazah secara elektronik sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 58 Tahun 2024 tahun ini fokus ke ijazah elektronik dan diserahkan ke satuan pendidikan masing-masing khususnya operator dapodik untuk memastikan data harus valid, baik data verifikasi dan validasi (verval) peserta didik dari dapodik maupun data yang dukcapil,” ungkapnya.
Ia mengaku masih ada sejumlah yang tidak valid. Jika data ini tidak valid dan tidak diperbaiki oleh satuan pendidikan maka akan berpengaruh pengisian ijazah
“Kami sudah menyampaikan melalui sambungan zoom beberapa waktu lalu dengan kepala sekolah dan operator sekolah untuk pendataan harus secara valid,”jelas Jhon.
Pada tahun sebelumnya menurut John Dula proses ijazah dilakukan secara manual walaupun data belum valid namun tahun ini berbeda karena akan ditarik dari data valid yang dikeluarkan oleh kementrian sehingga data tersebut yang ditarik untuk buat ijazah yang kemudian diserahkan ke sekolah untuk masing-masing mencetaknya.
Ia berharap kepada satuan pendidikan tidak membebankan biaya ujian kepada siswa,” kami sudah tekankan juga saat pertemuan dengan kepala sekolah bahwa semua biaya yang dibebankan untuk ujian sekolah dibebankan pada dana bos, tidak ada lagi biaya yang membebani orang tua,”tutur John.



















