Sentani, Tajuk Papua.com,– Ketua Palang Merah Indonesia, Papua, Zakius Degei melantik pengurus PMI Kabupaten Jayapura, Rabu 12/11/2025 di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura.
Pelantikan pengurus PMI Kabupaten Jayapura ini disaksikan secara langsung oleh bupati Yunus Wonda dan wakil bupati Haris Ricard Yocku.
Menurut Zakius Degei, Kabupaten Jayapura dinilai paling aktif dalam berbagai aksi kemanusiaan, terutama saat banjir bandang tahun 2019.
“Relawan terbaik di Papua ada di Kabupaten Jayapura. Karena itu, kami harap kepengurusan baru PMI Jayapura bersama Wakil Ketua Bidang Relawan, Pak Asrul, dapat membentuk relawan di tingkat sekolah,” ujarnya.
Zakius menjelaskan, ada tiga fokus utama PMI Papua, yakni membantu korban konflik bersenjata, mendukung ketersediaan stok darah, dan menyiapkan relawan di berbagai tingkatan pendidikan.
Menurutnya, kebutuhan darah di Papua masih tinggi, khususnya di 12 rumah sakit di Kota Jayapura yang memerlukan 30–50 kantong darah per hari. Karena itu, PMI terus berkoordinasi dengan pemerintah untuk menjaga pasokan darah tetap tersedia.
Sementara itu Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mendorong Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayapura untuk lebih aktif memenuhi kebutuhan darah masyarakat. Ia menargetkan ketersediaan 50 kantong darah setiap hari agar stok selalu siap di wilayah tersebut.
Menurut Bupati, selama ini warga kerap kesulitan mendapatkan darah hingga harus mencarinya ke luar daerah. “Kita tidak bisa prediksi kapan orang sakit atau butuh darah. Karena itu, stok harus selalu ada di Jayapura,” ujarnya.
Yunus berharap pengurus PMI yang baru dilantik dapat berkolaborasi dengan rumah sakit, TNI, Polri, serta instansi lainnya agar pelayanan donor darah berjalan lancar.
Ketua PMI Kabupaten Jayapura, Rendi Suebu berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan darah dengan melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, BUMN, TNI/Polri, dan masyarakat untuk memastikan ketersediaan darah di rumah sakit, terutama di RS Yowari.
“Kami menargetkan 50 kantong darah per hari melalui donor rutin dan kegiatan kolaboratif,” jelasnya.(**)



















