Sentani (TP),- Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Pokja Perempuan, Febiola Ohee melakukan reses di Hutan Sagu Huruwakha tepatnya di Kampung Yobeh, distrik Sentani Kota Kabupaten Jayapura Rabu 13 April 2025.
Dalam reses yang dihadiri bupati Yunus Wonda dan wakil bupati Haris Ricard Yocku serta ketua DPRK Rudi Bukanaung dan juga Kepala Kantor Wilayah Kementrian Hukum Dan HAM Papua Anthonius Ayorbaba, Febiola Ohee siap mendorong pemerintah daerah untuk membuat Perdasus untuk memproteksi pedagang lokal khususnya orang asli Papua.
” Kita melihat banyak minimarket baik Alfamidi maupun Alfamart di Sentani, lalu pengusaha lokal kita dimana, pemerintah harus memberikan ruang kepada pedangan atau pengusaha lokal dalam meningkatkan perekonomian,”kata Fibiola Ohee.
Dana Otsus
Dalam reses ini, Febiola ingin mendapatkan masukan bagaimana efektifitas penggunaan dana otonomi khusus di kabupaten Jayapura.
“melalui dana Otsus orang asli Papua harus diberikan ruang dalam berbagai usaha dalam menunjang perekonomian, jika tidak maka orang asli Papua akan tetap menjadi penonton. Untuk itu dana Otsus harus benar-benar dimanfaatkan untuk membangun masyarakat Papua.”ungkap Febiola Ohee.
“Kita bicara Otsus berarti kita bicara masa depan orang asli Papua.”lanjut Febiola
(Proteksi terhadap Keberlanjutan Hutan Sagu)
Usai bertemu masyarakat dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon sagu oleh Anggota MRP Febiola Ohee, Bupati dan wakil bupati serta Ketua DPRK Kabupaten Jayapura Rudi Bukanaung
Menurut Febiola, sagu adalah identitas orang Sentani. Namun diakui banyak hutan sagu dibabat karena kepentingan tertentu, untuk itu perlu dilakukan proteksi.
Bupati Jayapura, Yunus Wonda mengapresiasi kunjungan anggota MRP. Yunus mengaku dalam kepemimpinannya lebih banyak turun ke lapangan untuk mengetahui permasalahan yang terjadi
“Saya dan wakil bupati akan selalu ke lapangan untuk belanja masalah sehingga bisa diselesaikan. “Kata Yunus Wonda.
Ia juga, akan mewajibkan asn dilingkungan pemerintah kabupaten Jayapura untuk menanam bibit pohon sagu.” Kedepan saya membuat kebijakan bahwa ASN harus menanam bibit pohon sagu untuk anak cucu kita kedepan.”kata mantan anggota DPR Papua itu.


















