Sentani, Tajukpapua.com — Ribuan umat Katolik memadati Gereja Katolik Sang Penebus Sentani pada perayaan Jumat Agung, Jumat/03/2026). Ibadat yang memperingati sengsara dan wafat Yesus Kristus itu berlangsung khidmat, penuh hening, dan sarat refleksi iman.
Ibadat dimulai pukul 15.00 WIT, dipimpin oleh Pastor Yuvensius Pr. Sejak sebelum ibadat dimulai, area gereja, baik lantai I maupun lantai II dan halaman, hingga tenda tambahan di luar gedung sudah dipenuhi umat yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura.
Dalam homilinya, Pastor Yuven, menekankan makna pengorbanan Yesus sebagai teladan cinta yang total bagi umat manusia. Ia mengajak umat untuk menjadikan momen Jumat Agung sebagai kesempatan memperbaiki relasi dengan sesama, menghapus kebencian, dan membangun hidup yang penuh kasih.
“Dalam sengsara Yesus, kita belajar bahwa kasih diatas segalanya. Pengorbanan-Nya adalah undangan bagi kita semua untuk hidup dalam kerendahan hati dan saling mengasihi,” tegas Pastor.
Prosesi penghormatan salib menjadi bagian yang paling menyentuh. Umat datang dalam antrean panjang, bergiliran menghampiri salib untuk memberikan penghormatan sebagai simbol iman dan pengakuan akan kasih Kristus.
Petugas liturgi, koor, OMK, dan berbagai komunitas kategorial turut terlibat dalam mempersembahkan ibadat agar berjalan tertib dan penuh kekhidmatan. Pihak keamanan internal gereja dan panitia juga terlihat mengatur arus umat, mengingat jumlah kehadiran yang membludak.
Sejumlah umat mengungkapkan rasa syukur dapat kembali mengikuti perayaan Jumat Agung secara penuh bersama keluarga dan komunitas.
“Setiap tahun suasananya selalu mengharukan. Ini saat yang paling penting dalam iman kami,” ujar salah satu umat yang hadir.
Perayaan Jumat Agung menjadi bagian dari rangkaian Tri Hari Suci menjelang Hari Raya Paskah.



















