• Home
  • Susunan Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
TajukPapua.com - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate
  • Berita
  • Papua Hari Ini
  • Ragam
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • KMAN VI
  • Video
No Result
View All Result
  • Berita
  • Papua Hari Ini
  • Ragam
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • KMAN VI
  • Video
No Result
View All Result
TajukPapua.com - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate
No Result
View All Result
  • Berita
  • Papua Hari Ini
  • Ragam
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • KMAN VI
  • Video

Menunggu 16 Tahun, Kamus Digital Bahasa Kei Akhirnya Diluncurkan

by Redaksi
Agustus 1, 2026
0
Menunggu 16 Tahun, Kamus Digital Bahasa Kei Akhirnya Diluncurkan

 

JAYAPURA, TAJUK PAPUA.COM – Enam belas tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menanti lahirnya sebuah karya yang menjaga identitas suatu bangsa. Sejak digagas pada 2010, Kamus Bahasa Indonesia–Bahasa Kei dan Kamus Bahasa Kei–Bahasa Indonesia berulang kali gagal diluncurkan di tanah kelahirannya akibat minimnya dukungan. Namun, semangat para penyusunnya tidak pernah padam. Dari tanah rantau di Jayapura Papua, karya itu akhirnya resmi diluncurkan dalam bentuk digital pada Jumat (31/7/2026), menjadi penanda sejarah baru sekaligus bukti bahwa kecintaan terhadap bahasa ibu mampu mengalahkan panjangnya penantian.

Kegiatan peluncuran Kamus Digital/E-Book yang dilaksanakan di Balai Bahasa Provinsi Papua, itu disponsori oleh Ikatan Keluarga Maturan/Maturbongs dan Larnasvaak Jayapura. Ikut hadir dalam kegiatan itu, Asisten III Bidang Administrasi Umum, Setda Kota Jayapura Frederik Awarawi, SH., M.Hum., mewakili Wali Kota Jayapura, sekaligus membuka acara, para akademisi, Ketua IKK Kei Provinsi Papua, tokoh masyarakat, para ketua paguyuban Kei, serta keluarga besar Maturan/Maturbongs dan Larnasvaak.

Anton Maturbongs, salah satu penyusun kamus sekaligus editor buku Misil-Masal, Liat-Dalil, Sukat-Sarang Evav, karya PH. Renyaan, masih mengingat betul bagaimana cita-cita besar itu pernah ingin diwujudkan pertama kali di Kepulauan Kei.

“Tahun 2010 itu kami menyusun Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Kei dan diterbitkan pada tahun 2012 oleh Lembaga Riset Papua (LRP). Lembaga ini bentukan pemerintah Provinsi Papua pada jaman pemerintahan Gubernur Barnabas Suebu. Ide awal itu sebenarnya dibuat untuk nanti dilaunching di Kei tahun 2012. Tapi pemerintah di sana tidak terlalu menyambut baik, akhirnya kami membatalkan itu, padahal sudah dicetak cukup banyak eksemplarnya. ” kenang, pria yang juga peneliti di LRP itu.

Harapan kembali tumbuh pada tahun 2014. Tim penyusun kembali mendatangi Pemerintah Maluku Tenggara dengan gagasan menggelar seminar kebudayaan Melanesia sekaligus meluncurkan kamus tersebut. Lagi-lagi usaha itu belum membuahkan hasil.

Banyak orang mungkin akan berhenti sampai di situ. Namun bagi Anton dan rekan-rekannya, menyerah bukanlah pilihan.

Mereka justru melanjutkan pekerjaan besar itu dengan menyusun Kamus Bahasa Kei–Bahasa Indonesia. Sayangnya, keterbatasan sponsor membuat naskah tersebut kembali tersimpan bertahun-tahun.

Waktu terus berjalan. Dunia berubah. Teknologi berkembang sangat cepat. Di tengah perubahan itu, Anton menyadari bahwa kamus cetak yang tebal mungkin tidak lagi menjadi pilihan generasi muda. Dari situlah muncul gagasan baru: mendigitalisasi seluruh karya agar dapat diakses melalui telepon genggam.

“Kami ingin setiap orang Kei bisa membawa bahasanya ke mana pun ia pergi. Cukup melalui telepon genggam, mereka sudah bisa belajar kembali bahasa leluhurnya,” ujarnya.

Bagi Anton, digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman. Ini adalah strategi penyelamatan bahasa.

Bahasa, katanya, akan tetap hidup apabila digunakan. Sebaliknya, bahasa akan perlahan hilang apabila ditinggalkan oleh penuturnya.

Terlebih bagi ribuan orang Kei yang lahir dan besar di tanah rantau seperti Papua. Banyak di antara mereka mulai kehilangan kemampuan berbahasa daerah akibat lingkungan yang berbeda.

Karena itulah dua kamus tersebut disusun secara berpasangan —Bahasa Indonesia–Bahasa Kei dan Bahasa Kei–Bahasa Indonesia— agar dapat dipelajari oleh siapa saja, termasuk generasi muda yang sudah tidak lagi fasih berbahasa Kei.

Peluncuran itu juga menjadi penghormatan bagi para tokoh yang telah lebih dahulu meletakkan dasar perjuangan pelestarian bahasa Kei.

Nama-nama seperti almarhum Dr. Christ Fautngil, MA, almarhum Dr. Don A.L. Flassy, MA, dan almarhum Pastor Izak Resubun, MSC, bersama Kristoforus Renwarin dan Anton Maturbongs menjadi bagian penting dari perjalanan panjang tersebut.

Mereka bukan sekadar penyusun kamus. Mereka adalah penjaga ingatan kolektif sebuah bangsa kecil yang tidak ingin kehilangan identitasnya.

Pastor Izak bahkan pernah menggagas penyusunan Kamus Bahasa Kei–Belanda. Gagasan itu belum sempat diwujudkan karena beliau lebih dahulu berpulang.

“Kami mendedikasikan peluncuran ini kepada para penyusun yang telah meninggal dunia sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian mereka,” kata pria yang sehari-harinya bekerja di Balai Bahasa Provinsi Papua itu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Maturan/Maturbongs dan Larnasvaak Jayapura, Dr. Laurentius H. Maturbongs, SP., SH., M.Sc., menegaskan bahwa paguyuban yang dipimpinnya hanyalah penggerak agar karya besar tersebut tidak terus tersimpan. Menurutnya, masyarakat Kei membutuhkan kamus yang dapat dijadikan rujukan resmi.

“Selama ini banyak orang mencari arti kata-kata dalam bahasa Kei melalui internet atau Google. Namun kita tidak pernah tahu apakah itu benar atau tidak. Sekarang kita memiliki kamus yang lahir melalui penelitian ilmiah sehingga menjadi rujukan yang dapat dipertanggungjawabkan,” pinta Laurentius, yang juga adalah Ketua IKK Kei Kabupaten Jayapura itu.

Ia berharap kamus digital ini tidak hanya dimanfaatkan masyarakat Kei di Papua, tetapi juga menjadi sumber belajar bagi masyarakat di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Selain dua kamus, buku Misil-Masal yang memuat falsafah hidup masyarakat Kei juga dinilai memiliki makna yang sangat penting.

Menurutnya, buku tersebut merupakan pedoman nilai kehidupan yang perlu diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak tercerabut dari akar budayanya.

Lebih lanjut, Ketua IKK Kei Provinsi Papua, Dr. Najaruddin Toatubun, MM., bahkan menyebut hari peluncuran itu sebagai hari bersejarah bagi masyarakat Kei.

“Orang Kei di mana pun berada akan lebih mudah menyatakan dirinya sebagai orang Kei apabila mampu berbahasa Kei,” katanya.

Bagi Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Port Numbay Jayapura itu, kamus ini bukan sekadar buku. Ia adalah jembatan yang menghubungkan generasi tua dengan generasi muda, menghubungkan kampung halaman dengan tanah rantau, sekaligus menghubungkan masa lalu dengan masa depan.

Karena itu, menurutnya, kamus tersebut tidak cukup hanya disimpan atau dijadikan koleksi.

Kamus harus digunakan. Harus diajarkan kepada anak-anak. Harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Kei di mana pun berada.

Ia juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar Maturan/Maturbongs dan Larnasvaak Jayapura yang telah menunjukkan bahwa pelestarian budaya tidak harus menunggu program pemerintah. Inisiatif masyarakat, katanya, mampu melahirkan sejarah.

Peluncuran kamus digital ini sesungguhnya membawa pesan yang jauh lebih besar daripada sekadar penerbitan sebuah buku. Ia menjadi pengingat bahwa bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi.

Bahasa adalah identitas.

Bahasa adalah rumah.

Bahasa adalah warisan yang menghubungkan generasi hari ini dengan leluhur mereka. Ketika bahasa hilang, sebagian identitas sebuah bangsa ikut menghilang.

Karena itu, sudah sepatutnya Pemerintah Daerah, Dewan Adat, para tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan nyata terhadap upaya-upaya pelestarian bahasa dan budaya masing-masing daerah, seperti yang dilakukan para penyusun Kamus Bahasa Kei-Bahasa Indonesia, dan Kamus Bahasa Indonesia-Bahasa Kei ini.

Enam belas tahun adalah waktu yang terlalu panjang untuk menunggu sebuah karya budaya memperoleh panggung yang layak. Semoga penantian panjang itu menjadi yang terakhir.

Sebab sebuah peradaban tidak akan dikenang karena banyaknya gedung yang dibangun, tetapi karena kesungguhannya menjaga bahasa, budaya, dan jati diri bangsanya. Dan, dari Jayapura, sejarah itu kini telah dimulai, khusus bagi masyarakat Kei. (Demmy Namsa)

Previous Post

Bupati Jayapura Imbau KNPB Tidak Melakukan Aksi Demontrasi Di Halaman Kantor Bupati

Next Post

APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA TENTANG BAHASA KEI

Related Posts

DPC BMP RI Supiori Resmi Dilantik
Ragam

DPC BMP RI Supiori Resmi Dilantik

Agustus 1, 2026
APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA  TENTANG BAHASA KEI
Ragam

APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA TENTANG BAHASA KEI

Agustus 1, 2026
Bupati Akan Lounching Sistem Pembayaran Digitalisasi
Ragam

Bupati Jayapura Imbau KNPB Tidak Melakukan Aksi Demontrasi Di Halaman Kantor Bupati

Agustus 1, 2026
Kapolres Jayapura Tegas, Tidak Akan Memberi Ruang Untuk KNPB Melakukan Aksi
Ragam

Kapolres Jayapura Tegas, Tidak Akan Memberi Ruang Untuk KNPB Melakukan Aksi

Juli 31, 2026
Bupati Waropen Serahkan 1,1 Miliar Dana Pemberdayaan Kampung.
Ragam

Bupati Waropen Serahkan 1,1 Miliar Dana Pemberdayaan Kampung.

Juli 28, 2026
Launching Alkitab Bahasa Waropen, Bupati: Warisan Berharga Bagi Masyarakat 
Ragam

Launching Alkitab Bahasa Waropen, Bupati: Warisan Berharga Bagi Masyarakat 

Juli 28, 2026

BERITA TERBARU

DPC BMP RI Supiori Resmi Dilantik

DPC BMP RI Supiori Resmi Dilantik

Agustus 1, 2026
APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA  TENTANG BAHASA KEI

APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA TENTANG BAHASA KEI

Agustus 1, 2026
Menunggu 16 Tahun, Kamus Digital Bahasa Kei Akhirnya Diluncurkan

Menunggu 16 Tahun, Kamus Digital Bahasa Kei Akhirnya Diluncurkan

Agustus 1, 2026
Bupati Akan Lounching Sistem Pembayaran Digitalisasi

Bupati Jayapura Imbau KNPB Tidak Melakukan Aksi Demontrasi Di Halaman Kantor Bupati

Agustus 1, 2026
Kapolres Jayapura Tegas, Tidak Akan Memberi Ruang Untuk KNPB Melakukan Aksi

Kapolres Jayapura Tegas, Tidak Akan Memberi Ruang Untuk KNPB Melakukan Aksi

Juli 31, 2026
Bupati Waropen Serahkan 1,1 Miliar Dana Pemberdayaan Kampung.

Bupati Waropen Serahkan 1,1 Miliar Dana Pemberdayaan Kampung.

Juli 28, 2026
Launching Alkitab Bahasa Waropen, Bupati: Warisan Berharga Bagi Masyarakat 

Launching Alkitab Bahasa Waropen, Bupati: Warisan Berharga Bagi Masyarakat 

Juli 28, 2026
Hari Anak Nasional 2026: Jangan Biarkan Anak Papua Kehilangan Masa Depannya

Hari Anak Nasional 2026: Jangan Biarkan Anak Papua Kehilangan Masa Depannya

Juli 23, 2026
PT. Wana Rimba Nusantara Serahkan Perlengkapan Sekolah Kepada Sejumlah Siswa Di Waropen.

PT. Wana Rimba Nusantara Serahkan Perlengkapan Sekolah Kepada Sejumlah Siswa Di Waropen.

Juli 20, 2026
Mahasiswa Taiyeve Minta Bupati Tolikara Tinjau Ulang Program Cetak Sawah 300 Hektar

Mahasiswa Taiyeve Minta Bupati Tolikara Tinjau Ulang Program Cetak Sawah 300 Hektar

Juni 30, 2026
YPPK Fransiskus Asisi Perkuat Pendidikan Inklusi: “Anak-Anak Istimewa Berhak Belajar Bersama, Orang Tua Tak Perlu Takut Lagi”

YPPK Fransiskus Asisi Perkuat Pendidikan Inklusi: “Anak-Anak Istimewa Berhak Belajar Bersama, Orang Tua Tak Perlu Takut Lagi”

Juni 27, 2026
TajukPapua.com - Menyajikan Informasi Terbaru & Terupdate

Menjadi salah satu media profesional di Papua dalam menyajikan fakta dan turut menangkal hoaks serta sebagai kontrol sosial sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

FOLLOW US ON

KATEGORI UTAMA

  • Advetorial
  • Berita
  • FDS ke XIV
  • Kesehatan
  • KMAN VI
  • Kota Jayapura
  • Kriminal
  • Lainnya
  • Olahraga
  • Opini
  • Papua Hari Ini
  • Papua Selatan
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam

BERITA TERBARU

DPC BMP RI Supiori Resmi Dilantik

DPC BMP RI Supiori Resmi Dilantik

Agustus 1, 2026
APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA  TENTANG BAHASA KEI

APRESIASI UNTUK TIGA BUKU PERTAMA TENTANG BAHASA KEI

Agustus 1, 2026
  • Home
  • Susunan Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2023 www.tajukpapua.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Papua Hari Ini
  • Ragam
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Kriminal
  • Olahraga
  • KMAN VI
  • Video

Copyright © 2023 www.tajukpapua.com